JIKALAU SEMUA ORANG DAPAT MELAKUKAN PENGENDALIAN DIRI MAKA DAMAILAH NEGERIKU
Kita mungkin sepakat jika Pengendalian diri kita artikan sebagai sikap menahan diri untuk dapat menumbuhkan keseimbangan dalam masyarakat, bangsa dan Negara untuk memenuhi kebutuhan pribadi sekaligus sebagai makhluk social yang perlu mendapat perlakuan secara baik dan wajar.Maka seharusnya sikap orang menjaga ,mengendalikan supaya tidak korupsi yang bisa merugikan banyak orang. Orang seharusnya tidak membuang sampah sembarangan, agar lingkungan tetap bersih dan rapi. Para pengendara motor sudah seharusnya mentaati rambu-rambu berlalulintas. Para pedagang tidak berjualan diatas trotoar. Para menteri saatnya membuat kebijakan yang selaras dengan kaidah yang berlaku.Sebegitu panjang jika kita mengucapkan “litany” kurangnya pengendalian diri. Apa Solusinya ?1. Setiap kita bangsa Indonesia melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara dan masyarakat dengan sebaik-baiknya.Yang menjadi polisi mengayomi masyarakat, jangan menjadi oknum yang memeras masyarakat. Yang menjadi pejabat Negara pastikan secara pribadi tidak menerima “gratifikasi” . Para pengusaha mencari keuntungan dengan tetap berpegang pada etika berbisnis. Guru ,dosen berpegang pada kualitas untuk tidak melakukan plagiat, tetapi justru dengan penelitian yang sungguh untuk lebih mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas.
2. Perlu kita mengembangkan sikap bahwa kepentingan pribadi tetap dikaitkan dalam rangka kesadaran akan kewajibannya sebagai makhluk social dalam lingkungan masyarakat.Pak Gubernur, pak menteri, tolong nih, Jakarta selalu macet, sebentar lagi kebanjiran. Buatlah solusinya agar kami bias hidup bahagia. Sudah saatnya pemasaran motor,mobil di Jakarta diatur secara quota. Diluar Jakarta masih banyak membutuhkan. Didesa-desa masih mendambakan mobil dan motor baru. Saatnya ganjil genap diperluas areanya. Saatnya kebijakan pemerintah pro rakyat. Kendalikan-seimbangkan harga kebutuhan pokok biar rakyat tidak menjerit.
3. Kewajiban terhadap lingkungan kehidupan masyarakat dirasakan lebih besar dari pada kepentingan pribadi. Saatnya bapak bapak pimpinan dukung secara nyata produks mobil dalam negeri. Jangan kita dibanjiri produk luar sebab mereka akan senang Indonesia menjadi konsumen yang baik. Jangan sampai ide anak bangsa di beli, dihargai bangsa lain. Jangan sekedar menjadi slogan politik, jangan sekedar omong doang tetapi nyatakanlah. Seandainya para pejabat semua memakai mobil produk dalam negeri tentu akan sangat mendukung produk dalam negeri. Sudah saatnya kepentingan pribadi tidak mendominasi kehidupan bersama. Semoga kita semua berbahagia, Damailah negeriku, Semoga Tuhan beserta kita.
2. Perlu kita mengembangkan sikap bahwa kepentingan pribadi tetap dikaitkan dalam rangka kesadaran akan kewajibannya sebagai makhluk social dalam lingkungan masyarakat.Pak Gubernur, pak menteri, tolong nih, Jakarta selalu macet, sebentar lagi kebanjiran. Buatlah solusinya agar kami bias hidup bahagia. Sudah saatnya pemasaran motor,mobil di Jakarta diatur secara quota. Diluar Jakarta masih banyak membutuhkan. Didesa-desa masih mendambakan mobil dan motor baru. Saatnya ganjil genap diperluas areanya. Saatnya kebijakan pemerintah pro rakyat. Kendalikan-seimbangkan harga kebutuhan pokok biar rakyat tidak menjerit.
3. Kewajiban terhadap lingkungan kehidupan masyarakat dirasakan lebih besar dari pada kepentingan pribadi. Saatnya bapak bapak pimpinan dukung secara nyata produks mobil dalam negeri. Jangan kita dibanjiri produk luar sebab mereka akan senang Indonesia menjadi konsumen yang baik. Jangan sampai ide anak bangsa di beli, dihargai bangsa lain. Jangan sekedar menjadi slogan politik, jangan sekedar omong doang tetapi nyatakanlah. Seandainya para pejabat semua memakai mobil produk dalam negeri tentu akan sangat mendukung produk dalam negeri. Sudah saatnya kepentingan pribadi tidak mendominasi kehidupan bersama. Semoga kita semua berbahagia, Damailah negeriku, Semoga Tuhan beserta kita.
Komentar
Posting Komentar