NILAI MORAL DALAM DEMOKRASI PANCASILA

Belakangan ini muncul banyak fenomena dalam masyarakat diantaranya, Pengambilan suara dengan cara voting, pemilihan pimpinan secara langsung tidak melalui musyawarah mufakat, Penyeragaman dalam semua aspek kehidupan tanpa melihat bahwa kita ini plural, radikalisasi dalam sikap politiknya. Jujur saja , hal itu tidak sesuai dengan sila keempat “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan “, ya k an ? . Bagaimana nilai moral demokrasi Pancasila itu sesungguhnya ?
Saya masih ingat ketika di bangku sekolah ada Pendidikan Moral Pancasila.Pendidikan Moral adalah pendidikan nilai. Nilai moral adalah nilai baik dan buruk yang menurut prof. Noto negoro , seabagai nilai kebaikan yaitu nilai yang bersumber dari unsure kehendak atau kemauan, karsa, etika. Nilai moral itu merupakan nilai kerohanian selain ilai kebenaran, nilai keindahan dan nilai religious.
Yang dimaksud nilai kebenaran yaitu nilai yang bersumber dari unsure akal manusia (rasio, budi, cipta manusia). Yang dimaksud nilai keindahan yaitu nilai yang bersumber dari rasa manuasian(perasaan ,estetika, intuisi manusia ) Yang dimaksud nilai religious adalah nilai ketuhanan yang merupakan njilai tertinggi dan mutlak sumbernya dari Tuhan.
Pendidikan Moral Pancasila, salah satunya membahas tentang Demokrasi Pancasila. Apa saja nilai moral yang terkandung didalamnya ?
1. Persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia, lintas SARA (Suku Agama Ras Antar golongan)
2. Keseimbangan antara hak yang menjadi kewenangan kita dan kewajiban yang harus kita lakukan
3. Pelaksanaan kebebasan yang dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang maha esa, diri sendiri dan orang lain
4. Mewujudkan rasa keadilan social
5. Pengambilan keputusan dengan musyawarah/mufakat, bulan langsung voting
6. Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan, bukan individual
7. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional , seperti tercantum dalam pembukaan UUD 1945.
Perlu kita mulai dari setiap komunitas kita dari yang terkecil (keluarga) hingga yang terbesar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANCASILA DALAM ‘TRI PRAKARA’

MANUSIA MONOPLURALIS

PENGENDALIAN DIRI PANGKAL TOLAK PENGAMALAN PANCASILA