OBAT “PENYAKIT DALAM PANCASILA”

OBAT “PENYAKIT DALAM PANCASILA”
( Ada 18 Nilai Dalam Pendidikan Karakter Bangsa Yang Berkepribadian Pancasila).
Pada saat bangsa dan negara dihadapkan pada situasi seperti sekarang ini, banyaknya tunas-tunas radikalisme, hedonisme , liberalisme, dan sikap-sikap dan ajaran lainnya yang bertentangan dengan Pancasila, maka semakin relevanlah nilai dalam pendidikan karakter bangsa ini. Maka sangatlah baik kalau kita buka kembali materi Menurut Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional, 2010 tentang Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Ada 18 nilai nilai pendidikan karakter bangsa yang harus terus menerus dikembangkan antara lain : religius, jujur, toleransi, kerja keras, disiplin , kreatif dan mandiri,demokratis, rasa ingin tahu,semangat kebangsaan, cinta tanah air, suka bersahabat, menghargai prestasi, bersahabat, tanggung jawab, peduli sosial, peduli lingkungan, gemat membaca, cinta damai .
1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dalam tri kerukunan umat beragama, rukun dengan pemeluk agama lain, rukun dengan sesama seagama, rukun dengan pemerintah. 
2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya mendengarkan suara hatinya dan menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
6. Kreatif
Berpikir kreatif dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.Sikap cinta damai adalahsikap kasih. Yaitu kasih,sikap saling menyayangi, sikap saling peduli, saling menyayangi.
15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Buku adalah jendela dunia, maka belajarlah adalah suatu keniscayaan, tidak boleh tidak.
16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan mulai dari orang-orang disekitarkita, tetangga, sekantor, seorganisasi, sekeluarga dan seterusnya.
18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), sesamanya, negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Semoga minimal 18 karakter tersebut diatas dapat mengobati “penyakit Pancasila” yang oleh sebagian orang yakin bisa menyembuhkannya. Semoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANCASILA DALAM ‘TRI PRAKARA’

MANUSIA MONOPLURALIS

PENGENDALIAN DIRI PANGKAL TOLAK PENGAMALAN PANCASILA