PANCASILA SEBAGAI KOMPAS KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
Bagi seorang penjelajah hutan ataupun padang belantara nan luas , bagi pelaut atau nahkoda kapal ditengah laut lepas,bagi pilot pesawat udara yang sedang menerbangkan pesawatnya, kompas adalah benda yang sangat berguna, lebih dari sekantong emas perak yang dimilikinya.Kompas adalah salah satu alat navigasi penting dalam menjelajahi alam ini. Kompas digunakan untuk menunjukkan arah tempat yang akan dituju, sehingga penjelajah, pesawat terbang dan kapal yang sedang berlayar tidak akan tersesat atau tidak akan salah jalan. Kompas membantu kita melakukan secara lebih mantap untuk membuat garis arah dan bernavigasi. Kompas adalah satu kesatuan yang penting untuk bernavigasi.Kompas memiliki komponen utama berupa jarum bermagnet yang bisa bergerak bebas pada porosnya. Karena magnet, jarum kompas selalu mengarah keutara dan selatan kutub magnetic. Cara memegang kompas selalu mendatar. Beberapa tipe kompas diantaranya pertama, kompas button, merupakan kompas paling dasar yang hanya menunjukkan arah arah utama. Kedua, Kompas Dial tetap yang memiliki angka-angka derajad dan petunjuk arah yang tidak bisa bergerak. Ketiga, Kompas Silva, merupakan kompas untuk penjelajah terutama bagi para pemula.Keempat, Kompas Lensatik merupakan kompas untuk membuat pengukuran navigasi yang sangat bagus. Tetapi Jika kita tidak memiliki kompas, kita bisa menggunakan beberapa barang untuk menentukan arah yaitu dengan sepotong besi bermagnet. Kompas darurat ini bisa akurat bila material yang kita miliki baik dan tentu ketrampilan kita.
Berbicara mengenai kompas sebagai penunjuk arah, maka demikian halnya dalam hidup berbangsa dan bernegara kitapun membutuhkan arah yang bisa menunjukkan kita pada tujuan dan cita-cita berbangsa dan bernegara . Tujuan didirikan Negara kesatuan republic Indonesia jelas sekali dalam pembukaan UUD 1945 : melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa , ikut melaksanakan ketertiban umum berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan social. Cita-cita kita sebagai bangsa sudah sangat jelas yaitu menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Tujuan dan cita-cita itu hanya akan terwujud bila kita mendasarkan pada Pancasila. Maka Pancasila menjadi dasar dalam bernegara artinya fondasi atau dasar penyelenggaraan Negara kita berdasarkan pada Pancasila. Walaupun mayoritas penduduk kita beragama islam dan terbesar seluruh dunia, namun idiologi yang kita pakai dan sepakati adalah idiologi Pancasila, bukan idiologi islam. Walaupun ada banyak orang Indonesia yang mengelu-elukan kebebasan, namun kebebasannya juga harus bisa dipertanggungjawabkan, bebas yang bertanggungjawab. Walaupun sekarang banyak orang yang bersikap individualis, mementingkan kepentingan diri dan kelompoknya, namun Pancasila tetap mengajarkan hal yang ideal bagi bangsa kita yaitu perlunya keharmonisan, keserasian dari unsure bangsa yang beraneka ragam budaya, agama, suku, warna kulit, antar golongan . Pancasila tetap menjadi kompas kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Sejauh mana sila-sila Pancasila sudah menjadi pengarah bagi kehidupan berbangsa dan bernegara ? Hanya kita bangsa Indonesia yang bisa menjawabnya, bukan bangsa Amerika, bukan bangsa Eropa, bukan bangsa yang lain. Kita menjadi subyek sekaligus obyek ber Pancasila, mari kita lihat kompas kita, supaya tidak belok kekanan maupun kekiri, namun luruskan haluan berdasarkan Pancasila. Merdeka !!!!!
Komentar
Posting Komentar